senja tenggelam
Senin, 02 Januari 2012
Selasa, 18 Januari 2011
puisi
Saat keheningan datang menghampiriku serasa aku hidup tanpa nyawa_Mu
Sudah berapa lama kesedihan jiwaku terpendam akan hadirmu disampingku
Panah rindu ini tak pernah berhenti menghujam jantungku menginginkanmu
Serasa terbawa arus yang deras aku membiarkan diriku tercabik-cabik rasa rindu
Oh senja aku ingin tertidur pulas biarkan diriku terbawa sampai di ufuk barat
Rindu ini tetap milikmu walaupun aku sudah di ujung senja yang melelapkanku
Tetap berdirilah engkau melihat aku terlelap sampai aku akan menghilang tertelan
Jangan biarkan aku melihatmu dalam duka yang mendalam meneteskan air mata
Biar semuanya berjalan karena aku disini akan tetap melihatmu sepanjang waktumu
Dengan senja yang telah membawaku, rindu ini akan selalu terobati sampai nanti
Sudah berapa lama kesedihan jiwaku terpendam akan hadirmu disampingku
Panah rindu ini tak pernah berhenti menghujam jantungku menginginkanmu
Serasa terbawa arus yang deras aku membiarkan diriku tercabik-cabik rasa rindu
Oh senja aku ingin tertidur pulas biarkan diriku terbawa sampai di ufuk barat
Rindu ini tetap milikmu walaupun aku sudah di ujung senja yang melelapkanku
Tetap berdirilah engkau melihat aku terlelap sampai aku akan menghilang tertelan
Jangan biarkan aku melihatmu dalam duka yang mendalam meneteskan air mata
Biar semuanya berjalan karena aku disini akan tetap melihatmu sepanjang waktumu
Dengan senja yang telah membawaku, rindu ini akan selalu terobati sampai nanti
Jumat, 07 Januari 2011
IBU
Ibu mengapa engkau tak pernah datang untuk menjengukku
Menjenguk aku dalam mimpi yang ku dambakan mimpi yang indah
Seandainya engkau datang dalam mimpi yang ku damba mimpi yang indah
Membelai rambutku dan mencium keningku dan memeluk aku dalam kehangatan mu ibu
Seandainya aku mampu membawakan mu dunia untuk membahagiakan ketenangan jiwamu
Namun aku tahu bukan itu yang engkau inginkan dari anakmu ini
Kepatuhan dan baktikulah yang sesungguhnya mampu membahagiakan ketenangan jiwamu
Namun aku sungguh bodoh ibu telah mensiaka-siakan waktuku saat bersamamu
Kini saat jarak yang jauh memisahkan aku dari kehangatan senyummu
Baru aku menyadari betapa berharganya waktu yang telah aku lewati bersamamu ibu
Ibu begitu banyak waktu yang telah kita lewati saat bersama
Penuh kasih darimu namun aku kurang peka terhadap kasih itu
Aku selalu menyalahartikan kasih yang selalu engkau limpahkan
Sekarang aku sangat merindukan kehangatan senyummu yang selalu membayangi benakku
Engkau akan selalu terukir indah dengan kasih yang selalu engkau tanamkan padaku
Takakan pernah terhapus dirimu wahai ibuku terkasih
akan selalu ada walau engkau tak disampingku lagi
(twiliGht giRl)
Menjenguk aku dalam mimpi yang ku dambakan mimpi yang indah
Seandainya engkau datang dalam mimpi yang ku damba mimpi yang indah
Membelai rambutku dan mencium keningku dan memeluk aku dalam kehangatan mu ibu
Seandainya aku mampu membawakan mu dunia untuk membahagiakan ketenangan jiwamu
Namun aku tahu bukan itu yang engkau inginkan dari anakmu ini
Kepatuhan dan baktikulah yang sesungguhnya mampu membahagiakan ketenangan jiwamu
Namun aku sungguh bodoh ibu telah mensiaka-siakan waktuku saat bersamamu
Kini saat jarak yang jauh memisahkan aku dari kehangatan senyummu
Baru aku menyadari betapa berharganya waktu yang telah aku lewati bersamamu ibu
Ibu begitu banyak waktu yang telah kita lewati saat bersama
Penuh kasih darimu namun aku kurang peka terhadap kasih itu
Aku selalu menyalahartikan kasih yang selalu engkau limpahkan
Sekarang aku sangat merindukan kehangatan senyummu yang selalu membayangi benakku
Engkau akan selalu terukir indah dengan kasih yang selalu engkau tanamkan padaku
Takakan pernah terhapus dirimu wahai ibuku terkasih
akan selalu ada walau engkau tak disampingku lagi
(twiliGht giRl)
puisi
Tak mampu ku ungkapkan lagi perasaan dihatiku
Tak mampu lagi ku berjalan tegap tanpa cahaya
Terkikis rasa dihatiku oleh cinta yang gelap gulita
Butakah aku mencinta tak berbatas cakrawala
Rindu akan kehangatan yang gelap tak bercahaya
Pantas cahaya lenyap dari insan yang buta tak merasa
Berjalan tanpa cahaya akan membawa entah kemana
kasihNya selalu bersama namun buta tak merasa
sampai senja ini masih samar-samar gelap dan cahaya
buta tak merasa akan salah melihat gelap dijendela
gelap ini membawaku ketempatnya yang tak terlihat
aku buta tak merasa yang terombang ambing cahaya gelap
sunyi semakin menyiksa hati yang gelap gulita tak bercahaya
masih disini tanpa cahaya yang menghangatkan jiwaku yang buta tak merasa
(TiwliGht giRl)
Tak mampu lagi ku berjalan tegap tanpa cahaya
Terkikis rasa dihatiku oleh cinta yang gelap gulita
Butakah aku mencinta tak berbatas cakrawala
Rindu akan kehangatan yang gelap tak bercahaya
Pantas cahaya lenyap dari insan yang buta tak merasa
Berjalan tanpa cahaya akan membawa entah kemana
kasihNya selalu bersama namun buta tak merasa
sampai senja ini masih samar-samar gelap dan cahaya
buta tak merasa akan salah melihat gelap dijendela
gelap ini membawaku ketempatnya yang tak terlihat
aku buta tak merasa yang terombang ambing cahaya gelap
sunyi semakin menyiksa hati yang gelap gulita tak bercahaya
masih disini tanpa cahaya yang menghangatkan jiwaku yang buta tak merasa
(TiwliGht giRl)
puisi
Pagi menjelang membangunkan aku dari mimpi silau
Membuat aku tak ingin bangun dan berkaca kenyataan
Termenung dengan wajah kusam yang lusut terdiam
Berapa kali sudah pagi menyedihkan jiwaku yang terbangun
Sakit ingin menjerit tak mampu keluar dari mulut yang terkunci
Menahan sakit sendiri sampai senja mampu meluapkan semuanya
Terlelap dalam mimpi yang tak ingin lagi mentari mengusik
Sepanjang senja menjemput impian yang selalu ku tunggu
Hanya engkau senjaku yang selalu memahami inginku
Tak ingin senja hilang dan ingin selalu bersembuyi dibalik senja
Sampai waktu senja nanti aku ingin tetap terlelap bermimpi
(TwiliGht giRl)
Membuat aku tak ingin bangun dan berkaca kenyataan
Termenung dengan wajah kusam yang lusut terdiam
Berapa kali sudah pagi menyedihkan jiwaku yang terbangun
Sakit ingin menjerit tak mampu keluar dari mulut yang terkunci
Menahan sakit sendiri sampai senja mampu meluapkan semuanya
Terlelap dalam mimpi yang tak ingin lagi mentari mengusik
Sepanjang senja menjemput impian yang selalu ku tunggu
Hanya engkau senjaku yang selalu memahami inginku
Tak ingin senja hilang dan ingin selalu bersembuyi dibalik senja
Sampai waktu senja nanti aku ingin tetap terlelap bermimpi
(TwiliGht giRl)
Minggu, 10 Oktober 2010
Langganan:
Postingan (Atom)