Jumat, 07 Januari 2011

puisi

Pagi menjelang membangunkan aku dari mimpi silau
Membuat aku tak ingin bangun dan berkaca kenyataan
Termenung dengan wajah kusam yang lusut terdiam
Berapa kali sudah pagi menyedihkan jiwaku yang terbangun
Sakit ingin menjerit tak mampu keluar dari mulut yang terkunci
Menahan sakit sendiri sampai senja mampu meluapkan semuanya
Terlelap dalam mimpi yang tak ingin lagi mentari mengusik
Sepanjang senja menjemput impian yang selalu ku tunggu
Hanya engkau senjaku yang selalu memahami inginku
Tak ingin senja hilang dan ingin selalu bersembuyi dibalik senja
Sampai waktu senja nanti aku ingin tetap terlelap bermimpi

(TwiliGht giRl)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar